Target Deteksi
Identifikasi Batu Permata
Ringkasan
Identifikasi batu permata tradisional terutama bergantung pada keahlian penilai dan menggunakan metode pengujian non-destruktif seperti kaca pembesar, mikroskop, refraktometer, dan timbangan hidrostatik. Dengan semakin meluasnya penerapan spektrometer inframerah dan perkembangan pesat teknologi pengolahan data komputer, spektroskopi inframerah semakin memainkan peran penting dalam mengatasi tantangan dalam pengujian dan identifikasi batu permata—terutama dalam menyelesaikan masalah yang sulit dianalisis dan sering dihindari oleh instrumen konvensional. Akibatnya, spektrometer inframerah secara bertahap menjadi alat non-destruktif yang efektif untuk penelitian dan pengujian batu permata.
Prinsip
Metode pengujian spektroskopi inframerah umumnya dibagi menjadi dua kategori: spektroskopi inframerah transmisi dan spektroskopi inframerah refleksi.
Metode transmisi, dikenal luas dan umum digunakan oleh laboratorium gemologi. Namun, sampel batu permata biasanya tebal dan menyerap cahaya inframerah dengan kuat, seringkali hanya memungkinkan deteksi sebagian dari wilayah inframerah tengah (di atas 4000–2000 cm⁻¹) dan wilayah inframerah dekat. Metode ini menangkap getaran fundamental, kombinasi, dan harmonik dari gugus fungsional seperti OH, NH, dan CH—misalnya, mendeteksi pengisi organik dalam giok yang telah diolah atau molekul air dalam ametis sintetis. Namun, di bawah 2000 cm⁻¹, cahaya inframerah hampir seluruhnya diserap, sehingga sulit untuk mendapatkan data spektral yang bermanfaat. Akibatnya, fitur spektral yang diperoleh dari spektroskopi inframerah transmisi seringkali gagal merepresentasikan struktur kristal atau molekuler sampel batu permata, hanya memberikan informasi struktural yang terbatas dan membatasi aplikasi lebih lanjut dari spektroskopi inframerah dalam gemologi.
Spektroskopi refleksi, yang mengumpulkan data spektral dari cahaya yang dipantulkan, merupakan cabang penting dari spektroskopi inframerah dan telah mendapatkan perhatian yang semakin meningkat dalam pengujian dan penelitian batu permata. Tergantung pada jenis cahaya yang dipantulkan yang digunakan, spektroskopi refleksi difus (DRS) paling mendekati spektroskopi absorpsi berbasis transmisi dan biasanya efektif untuk sampel bubuk atau yang tidak dipoles. Namun, sinyal refleksi difus lemah dan sulit dikumpulkan, sehingga membutuhkan instrumentasi yang lebih kompleks. Sebaliknya, spektroskopi inframerah refleksi spekular adalah yang paling mudah diimplementasikan dan sangat cocok untuk menguji sampel batu permata, menjadikannya teknik yang sangat direkomendasikan untuk aplikasi gemologi.
Aparat
Spektrometer FTIR HKL untuk Pengujian Perhiasan
Konfigurasi
Kategori | Nama | Fitur | Nomor |
Unit utama IR | Spektrometer FTIR HKL untuk Pengujian Perhiasan
| Untuk detail selengkapnya, silakan klik padaAparat. | 1 unit |
Spesifikasi Perangkat Lunak | Workstation Perangkat Lunak (Khusus) | 1. Antarmuka bahasa Inggris dengan anotasi spektrum 2. Fungsi jejak audit 3. Alat pengolahan data 4. Pengambilan dan perbandingan spektrum 5. Fungsi diagnosis mandiri 6. Penambahan pustaka spektrum khusus 7. Analisis pencocokan spektrum 8. Dukungan format file standar 9. Pembaruan perangkat lunak gratis seumur hidup | 1 unit |
Sistem Identifikasi Gemologi (Opsional) | 1. Sistem Identifikasi Spektroskopi Inframerah Batu Permata dikembangkan secara khusus berdasarkan spektroskopi refleksi, sekaligus menggabungkan spektrum transmisi khusus dan spektrum bubuk terpilih (KBr).tablet metode). 2. Sistem ini biasanya tidak memerlukan persiapan sampel dan tidak menyebabkan kerusakan pada spesimen, meskipun aksesori refleksi diperlukan untuk pengoperasiannya. 3. Solusi lengkap ini terdiri dari dua komponen terintegrasi: basis data spektral inframerah batu permata yang komprehensif dan perangkat lunak pencarian data. | 1 unit | |
Aksesori Pengujian | Lampiran Analisis Gemologi | Aksesori pengujian batu permata ini dirancang khusus berdasarkan prinsip refleksi spekular untuk mengukur spektrum inframerah berbagai batu permata dengan berbagai ukuran dan spesifikasi. Aksesori ini dapat dipasang dengan mudah di dalam kompartemen sampel.HKL-FTIR-850. | 1 unit |
Solusi
1. Aplikasi:Cocok untuk mengidentifikasi komposisi batu permata, membedakan antara batu permata alami dan sintetis, serta mendeteksi batu permata yang telah diolah secara buatan.
2. Kondisi Pengujian
|
|
Spektrometer FTIR HKL untuk Pengujian Perhiasan | Aksesori Identifikasi Permata (Mode Refleksi) |
3. Prosedur Pengujian
1) Lepaskan wadah sampel dari kompartemen sampel dan sisihkan.
2) Pasang dan kencangkan aksesori batu permata ke dalam kompartemen sampel.
3) Pilih lubang yang sesuai dan letakkan di atas alas aksesori batu permata.
4) Letakkan cermin dengan daya pantul tinggi menghadap ke bawah pada lubang bukaan.
5) Ukur spektrum latar belakang udara.
6) Lepaskan cermin dengan daya pantul tinggi.
7) Letakkan sampel batu permata di atas lubang.
8) Ukur spektrum inframerah dari sampel batu permata tersebut.



