Target Deteksi
Analisis Gugus Fungsional pada Batu Permata dan Giok
Ringkasan
Saat ini, teknologi spektroskopi inframerah relatif banyak diterapkan dalam identifikasi dan pengujian permata dan giok. Metode ini membutuhkan waktu analisis yang lebih singkat, menunjukkan spesifisitas yang relatif tinggi, dan memungkinkan inspektur untuk melakukan pemeriksaan berbasis bukti tanpa merusak sampel.
Penerapan Spektrometer FTIR HKL untuk Pengujian Perhiasan dengan aksesori batu permata untuk pengujian sampel permata memungkinkan analisis informasi gugus fungsi pada permata dan giok. Karena spesifisitasnya yang tinggi, waktu analisis yang relatif singkat, kebutuhan sampel minimal dibandingkan dengan metode identifikasi tradisional, dan sifatnya yang tidak merusak, seluruh proses operasional menjadi lebih efisien dan nyaman.
Prinsip
Seberkas cahaya inframerah dengan panjang gelombang yang bervariasi pertama-tama diarahkan ke molekul batu permata. Molekul-molekul tersebut menyerap panjang gelombang spesifik dari cahaya inframerah, menghasilkan spektrum penyerapan inframerah yang sesuai untuk molekul-molekul tertentu ini. Karena berbagai jenis molekul menunjukkan perbedaan struktural dan komposisi yang berbeda, spektrum penyerapan inframerah yang dihasilkannya juga unik. Dengan menganalisis spektrum ini, dimungkinkan untuk menentukan struktur molekuler dan mengidentifikasi komposisi molekul tersebut.
Kondisi Operasi
Peralatan dan Aksesoris
1) Spektrometer FTIR HKL untuk Pengujian Perhiasan
2) Aksesori khusus batu permata (Mode refleksi)
3) Aksesori Transmisi In-situ Sampel Mikro
Kondisi Analisis
1) Resolusi: 8 cm-1
2) Waktu Pemindaian: 64
3) Rentang Pemindaian: 4000–400 cm-1
Sampel Uji
![]() |
Liontin Ikan |
Hasil Tes
1. Spektrum transmisi
![]() |
Gambar 1 Spektrum IR transmisi dari liontin ikan |
2. Spektrum refleksi
![]() |
| Gambar 2 Spektrum IR refleksi dari liontin ikan |
![]() |
Gambar 3: Spektrum IR refleksi (area berisi resin) dari liontin ikan |
![]() |
Gambar 4: Spektrum IR refleksi (area tanpa resin) dari liontin ikan |
3. Ringkasan
Dari spektrum di atas, dapat diamati bahwa pengujian transmisi tidak menunjukkan perbedaan spektral di wilayah lokal sampel. Namun, ketika menggunakan aksesori batu permata (metode refleksi), spektrum IR dari area yang diisi resin dan yang tidak diisi resin pada liontin ikan menunjukkan perbedaan yang jelas pada rentang 3000–2800 cm⁻¹.-1jangkauan.
Kesimpulan
Hasil pengujian menunjukkan bahwa spektroskopi inframerah merupakan metode yang lebih efisien dan akurat untuk mengidentifikasi material batu permata seperti giok dan pirus yang diberi perlakuan impregnasi atau pengisian polimer (misalnya, resin). Selain itu, teknik ini memungkinkan pengujian tanpa merusak material.






