Target Deteksi
Analisis Bahan-Bahan Farmasi
Ringkasan
Industri farmasi dan kimia melibatkan berbagai macam bahan baku (eksipien) dan produk jadi, dan proses produksinya kompleks dan beragam. Banyak obat memiliki struktur kimia yang kompleks atau hanya menunjukkan perbedaan kimia yang kecil, sehingga metode identifikasi konvensional seperti reaksi warna, pengendapan, pembentukan kristal, atau spektroskopi UV-VIS seringkali tidak cukup untuk membedakannya. Namun, Spektrometer HKL-FTIR untuk Pengujian Farmasi dan Kimia memiliki spesifisitas tinggi dan banyak digunakan dalam analisis kualitatif senyawa organik di bidang farmasi dan kimia. Dalam pengujian obat, spektroskopi inframerah sering digunakan dalam kombinasi dengan metode fisikokimia lainnya sebagai metode identifikasi penting untuk obat organik. Spektroskopi inframerah memanfaatkan penyerapan selektif radiasi elektromagnetik di wilayah inframerah untuk menentukan struktur molekul suatu zat. Oleh karena itu, Spektrometer HKL-FTIR untuk Pengujian Farmasi dan Kimia dapat secara efektif memenuhi persyaratan untuk identifikasi kualitatif senyawa.
Prinsip
Industri Farmasi dan Kimia: Bahan baku (eksipien) dan produk jadi di sektor ini menunjukkan beragam jenis dan melibatkan proses produksi yang kompleks. Banyak senyawa obat memiliki struktur kimia yang rumit atau perbedaan antarmolekul yang minimal, sehingga sulit dibedakan menggunakan metode konvensional seperti reaksi warna, pengendapan, pembentukan kristal, atau spektroskopi UV-VIS. Namun, spektroskopi inframerah (IR) menawarkan spesifisitas tinggi dan banyak diterapkan untuk analisis kualitatif senyawa organik. Dalam pengujian farmasi, spektroskopi IR sering digunakan dalam kombinasi dengan metode fisikokimia lainnya, berfungsi sebagai teknik penting untuk identifikasi zat obat organik.
Kondisi Operasi
Peralatan dan Aksesoris
1)Spektrometer HKL-FTIR untuk Pengujian Farmasi dan Kimia
2) Aksesoris Pengujian Sampel Padat
① Mesin Penekan Tablet
② Set Cetakan Tablet
③ Mortar Agate (φ=60 mm)
④ Oven Pengering Inframerah (suhu dapat dikontrol)
⑤ Kalium Bromida (KBr, kualitas spektroskopi)
3) Aksesoris Pengujian Sampel Cair
① Sel Cairan Tetap (φ=32 mm)
② Sel Cairan yang Dapat Dilepas (φ=25 mm)
4) Aksesori ATR
① Kristal ZnSe, sudut datang 45°
Kondisi pengujian
1) Resolusi: 4 cm-1
2) Waktu pemindaian: 32
3) Detektor: Detektor Inframerah Piroelektrik
Persiapan Sampel
![]() |
Gambar 1 Diagram Alur Kerja Persiapan Sampel |
Metode Tablet: Campur dan giling sampel kering secara menyeluruh dengan kalium bromida (KBr) dengan rasio sekitar 1:200. Untuk sampel yang mengandung klorin, verifikasi konsistensi dengan membandingkan spektrum yang diperoleh menggunakan kalium klorida (KCl) sebelum melanjutkan dengan KBr. Pindahkan sejumlah campuran yang sesuai ke dalam cetakan tablet dan tekan menggunakan mesin pres hidrolik untuk membentuk tablet transparan untuk analisis.
Metode Lapisan Cair: Untuk sampel cairan yang mudah menguap (misalnya, etanol), ambil sejumlah yang sesuai menggunakan jarum suntik kaca dan suntikkan ke dalam sel cairan tetap (pastikan tidak ada gelembung di tengah jendela). Untuk sampel yang tidak mudah menguap (misalnya, gliserol), gunakan tabung kapiler untuk meneteskan sejumlah yang sesuai ke tengah jendela kalium bromida (KBr), kemudian tutup dengan jendela KBr lain dan putar untuk membentuk lapisan. Pasang kedua jendela pada tempatnya sebelum pengukuran.
Metode ATR
Ambil sampel dalam jumlah yang sesuai dan tekan dengan kuat ke kristal aksesori ATR (ZnSe) untuk mengumpulkan spektrum inframerah secara langsung dalam mode refleksi.
Metode ATR dapat digunakan untuk sampel padat dan cair tanpa memerlukan persiapan sampel, sehingga memungkinkan analisis cepat beberapa sampel dalam waktu singkat. Spektrum yang diperoleh dapat dikoreksi ATR dan dibandingkan dengan spektrum referensi. Ketika diterapkan pada bahan kemasan farmasi, metode ATR menghilangkan kebutuhan akan persiapan sampel dan memungkinkan pengujian in-situ, menunjukkan keuntungan yang signifikan—terutama untuk analisis lapisan tipis antarmuka. Spektroskopi inframerah dengan aksesori ATR memberikan pendekatan yang sederhana, andal, dan ideal untuk identifikasi kualitatif bahan kemasan farmasi.
Contoh Hasil Tes
![]() |
Gambar 2 Spektrum FTIR Vitamin B6 dengan Metode Pelet Kalium Bromida |
![]() |
Gambar 3 Spektrum FTIR Asam Folat dengan Metode Pelet Kalium Bromida |
![]() |
| Gambar 4 Spektrum FTIR Tiamin Nitrat dengan Metode Pelet Kalium Bromida |
![]() |
Gambar 5 Spektrum FTIR Etanol yang Diperoleh dengan Metode Sel Cairan Tetap |
![]() |
Gambar 6 Spektrum FTIR Gliserol yang Diperoleh dengan Metode Sel Cair yang Dapat Dibongkar |
![]() |
Gambar 7 Spektrum ATR Etanol |
Kesimpulan
Sampel farmasi dianalisis menggunakan Spektrometer HKL-FTIR untuk Pengujian Farmasi dan Kimia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa spektroskopi inframerah dapat secara efektif mengidentifikasi jenis komponen farmasi, dengan keunggulan berupa kesederhanaan, akurasi, dan keandalan, yang sepenuhnya memenuhi persyaratan pengujian.








