Target Deteksi
Penentuan Kandungan SBS dalam Aspal yang Dimodifikasi
Ringkasan
Larutan ini sesuai dengan Metode Pengujian Standar AASHTO T 302-15 untuk Kandungan Polimer pada Residu Aspal Emulsi yang Dimodifikasi Polimer dan Pengikat Aspal. Metode pengujian ini digunakan untuk menentukan persentase konsentrasi polimer Styrene-Butadiene-Rubber (SBR), Styrene-Butadiene (SB), atau Styrene-Butadiene-Styrene (SBS) dalam pengikat aspal yang dimodifikasi polimer atau residu aspal emulsi. Dengan menggunakan spektrum inframerah dan prinsip Hukum Beer, kandungan polimer dari material aspal dapat ditentukan.
Prinsip
Dalam spektrum inframerah aspal yang dimodifikasi, puncak serapan karakteristik berada pada 966 cm.-1(getaran lentur ikatan C=C CH) dan 1377 cm-1(CH3(Grup CH vibrasi tekukan) dipilih sebagai puncak spesifik SBS untuk penentuan kandungan. Luas puncak (A966dan A1377) diukur, dan rasionya (A)966/A1377) dihitung. Kemudian, kurva kalibrasi linier dibuat antara rasio luas puncak ini dan kandungan SBS.
Kondisi Operasi
Instrumen dan Aksesoris
(1)Spektrometer FTIR HKL-302 untuk kandungan SBS dalam Aspal Modifikasi
(2) Aksesori Uji Cairan : Sel Cairan yang Dapat Dilepas (jendela KBr)
Yang lain
(1) Tetrakloroetilen (C2Cl4)
(2) Aspal dasar
(3) Standar SBS
(4) Neraca analitis
Kondisi Pengujian
(1) Resolusi: 4 cm-1
(2) Waktu pemindaian: 32
(3) Detektor: Detektor inframerah piroelektrik
Hasil Tes
Spektrum FTIR dari Aspal Dasar dan Modifikator SBS
|
Gambar 1 Aspal Dasar |
|
Gambar 2 Pengubah SBS |
Kurva Kalibrasi Aspal Modifikasi SBS pada Konsentrasi yang Berbeda
Sampel aspal modifikasi SBS dengan konsentrasi berbeda dilarutkan dan dilapisi menjadi lapisan tipis. Menggunakan Tetrakloroetilena (C2Cl4) sebagai latar belakang, area puncak pada 966 cm-1dan 1377 cm-1direkam. Kurva kerja dibuat dengan memplot rasio luas puncak (A).966/A1377) pada sumbu x terhadap kandungan SBS pada sumbu y (seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah).
|
Gambar 3 Kurva Kalibrasi Aspal yang Dimodifikasi SBS pada Konsentrasi yang Berbeda |
Kesimpulan
Berdasarkan Hukum Lambert-Beer, yang menetapkan hubungan proporsional antara intensitas penyerapan inframerah dari gugus fungsional karakteristik dalam pengubah SBS pada bilangan gelombang tertentu dan konsentrasinya, korelasi antara rasio luas puncak (966 cm)-1/1377 cm-1) dan kandungan pengubah diverifikasi menggunakan spektroskopi inframerah transformasi Fourier (FTIR). Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini untuk menentukan kandungan SBS dalam aspal modifikasi akurat, cepat, dan menunjukkan koefisien korelasi kurva kalibrasi (R).2) sebesar 0,99, memenuhi persyaratan untuk analisis kuantitatif.



